Senin, 07 Maret 2011

Hubungan Lumbantoruan dengan Girsang Bag.3


KISAH TRAGIS MENUJU KESUKSESAN – HAGABEON.
Pendahuluan. Kepada Saudaraku Sevilla 99, mohon maaf kalau kisah ini saya tulis dalam blog ini dan utk itu izinkan saya menulis suatu kisah tragis jaman kakek moyangku yg benar2 terjadi dan kenyataan pada waktu Generasi ke 7 dari silsilah Batak yg umum diketahui.
Kisah ini TIDAK BERMAKSUD membuka luka lama dan tidak ada perasaan DENDAM atau BENCI. Permasalahan yg sempat berlarut-larut dan bertahun-tahun malah ber-abad2 telah diselesaikan dengan baik yg dimulai oleh Ds DR Tunggul Sihombing Ephorus HKBP sekitar tahun 1961 yg kemudian berlanjut dengan pembuatan Tugu Girsang di LEHU dan di SITAPPRUNG-NAGASARIBU Siborongborong, maka segala permasalahan telah SELESAI dengan AMAN dan DAMAI.
Saya sendiri dari pihak yang dirugikan dengan kejadian tragis itu berpendapat bahwa itu adalah ciptaan dan jalan Allah untuk membuat HAGABEON di antara marga Sihombing Lumbantoruan.
Mengapa saya harus menulis dalam blog ini??? Karena ditengah marga Sihombing Lumbantoruan kisah ini sudah diketahui secara umum dan bukan hal yang baru. Perlu diketahui sejarah perkembangan marga2 Batak tidak terlepas dari zaman dulu sering terjadi peperangan antar huta dan perslisihan inter marga2.
Si JUARA DAN GURU PENCAK SILAT ( GURU MOCCAK)
Suatu ketika di negeri Siborongborong di huta SITAPPURUNG-NAGASARIBU pada abad ke XV hidup suatu keluarga yang aman damai dari Pomparan ni Raja Hariara Lumbantoruan bernama PARHUDATAR dengan Anaknya yang sulung si Girsang. Parhudatar beserta anak2nya adalah seorang yang baik budi yang hidup rukun damai dengan abangnya Namorapujion dan keluarga Lumbantoruan yg lain.
Girsang sendiri adalah ahli-guru pencak silat yg mashur terkenal disegani di daerah Humbang pada zamannya. Ia kawin dengan Boru Sianturi dari SISAKKAE Paranginan dan berketurunan.
Dia mempunyai PARIBAN atau adik istrinya dan iparnya yg tinggal di Paranginan.
Samapi sekarang di desa SITAPPURUNG arena latihan pencak silat tsb masih ada dan menurut berita rumputpun tak bisa hidup disana.
Didaerah Lintongnihuta hidup keluarga abang si Hariara bernama TUAN GURU SINOMBA dari keturunan Hutagurgur-Raungnabolon-DATU GALAPANG. Semua keluarga Lumbantoruan ini selalu hidup rukun damai dan selalu bahu membahu menghadapi setiap persoalan dan tantangan yg terjadi pada masa itu.
Suatu ketika anak Tuan Guru Sinomba bernama Guru TINOTOHAN ada bermasalah dengan pariban si Girsang tadi dan iparnya Sianturi menyaksikan kejadian tersebut sehingga ia membunuh ipar tsbt. Barang tentu pihak Sianturi tidak berterima, maka sewaktu Girsang mengunjungi mertuanya maka diberitahukanlah kejadian itu. Dengan amarah dan dendam MERTUA-nya meminta Girsang untuk membunuh saudara anak bapatuanya itu. Mertua berkata harus TUBOL yaitu nyawa dibayar nyawa.
Girsang sendiri menolak dengan keras perintah itu dengan menyatakan bahwa Guru Tinotohan itu adalah ABANG atau anak Bapatuanya. Ia berusaha mencari jalan penyelesaian yg lain tetapi Mertuanya menghina dan menghujat si Girsang bahwa tidak benar IA hebat, disegani, juara pencak silat, sakti dll.
Maka dengan berat hati dan bersedih (karena dihina, tdk diakui mertuanya) berucap:” MOLO NA GABE ON DO MAMBAHEN AHU MUNSAT SIAN HUTA ON ” ( Kalau ini yang membuat saya berangkat dari huta ini ) inama dalanhu laho tu nadao. Maka si Girsang dengan temannya hela Sianturi yag lain bermarga Nababan membunuh dan memenggal kepala Guru Tinotohan lalu membawa bukti tersebut lalu MELARIKAN DIRI bersama Si Nababan tadi. Karena pada waktu itu kabar tersebut segera tersiar di tengah keluarga Lumbantoruan yg segera pula dicari-cari oleh saudara2nya maka Girsang menghilangkan identitasnya kalau ada yg bertanya siapa dan dari mana dia.
Sesudah jaman kemerdekaan dan datangnya keKERISTENAN maka kejadian tragis tersebut dimaknai bahwa: Jalan Tuhan itu tidak dapat diketahui dan itu sebagai jalan Girsang dan para keturunannya mendapatkan HAGABEON-HAMORAON-HASANGAPON. Sebelum perdamaian terjadi maka keturunan Parhudatar yg lain yang tinggal di Humbang selalu dikucilkan di masyarakat Sihombing Lumbantoruan dan selalu menderita di
Hagabeon tetapi sekarang sudah mulai bangkit.
Perjalanan Girsang dan Nababan dalam pelarian mereka mungkin dapat ditulis/diceritrakan pada waktu yang lain.
Penulis berharap dan berdoa semoga tidak ada yang merasa dilecehkan atau tersinggung dengan tulisan ini, mudah2an generasi Sihombing Lumbantoruan dan Girsang dapat saling menghargai dan saling hormat menghormati dimanapun berada. Penulis juga sadar bahwa Girsang itu tidak sepenuhnya semua
yang BER-ASAL dari kisah ini, karena memang banyak fakta2 sejarah yang mengarah kesana dalam diaspora marga2 Batak di tanah Simalungun dan kedatangan Ekspedisi Pamalayu jilid II oleh Indrawarman pendiri Kerajaan Hindu SILO di Sumatra Timur.
Akhir kata ” pir ma pokki bahul2 pansalongan, pir ma tondi ni Sihombing Lumbantoruan dohot Girsang sai tongtong ma dipasu-pasu TUHAN “. ” napuran tano-tano rangging marsiranggongan, badan ta padao-dao sai tongtong ma tondinta masigomgoman”
HORAS…BOTIMA….Sekian dan terima kasih…..
Ama Rotua Sihombing.

11 komentar:

  1. Horas...horas...horas, ahu pomparan ni Girsang Lumbantoruan na di Sitampurung, kebetulan sorang di aceh jala magodang di jawa barat, mauliate ma ala nungnga digurathon hamu turi turian Lumbantoruan dohot Girsang on, secara garis besar toho doi alai godang do na porlu hita padenggan al: Namorapujion anggi ni Parhudatar do, jala Girsang Pahompu ni Parhudatar do, songonon pardalanna: anak ni Parhudatar dua; 1. Op. Sangkap Doli (parpanggu panggu) dohot 2. Op. Rajabulus, anak ni Op. Sangkap doli dua; 1. Ama Sangkap doli dohot 2. Girsang,
    Molo taringot tu angka namasa ujui nungnga be denggan dipature sekitar tahun 70 an jala adong dope mangolu angka pelaksana tingki i, alai sihamauliatehonon tu Tuhan, ima huroha dalanna asa gabe marserak tu desa na ualu hita pomparan ompunta. turi turian parmulak ni girsang tu sitampurung dohot garar utang adat tu hahadoli (taringot tu namasa ujui) terdokumentasi doi denggan di pomparan ni Girsang Lumbantoruan nadi Sitampurung nang di angka pangaranto pe,

    BalasHapus
  2. Toho doi Amang Parombi... alai tonggo do adong saotik koreksi... alana simarpanggu-panggu pahoppu ni Op. Sakkap Doli, hira-hira songonon ma :
    Ampar Hudatar/ Raja Hapataran/ Parhudatar ==> 1. Raja Martahan Bosi (Op. Sakkap Doli), 2. Raja Bulus.
    Raja Martahan Bosi (Op. Sakkap Doli) ==>1. Raja Lahi Sabungan (Ama Sakkap Doli), 2. Girsang.
    Raja Lahi Sabungan (Ama Sakkap Doli) ==> Raja Panggungan (Simarpanggu-panggu)
    Raja Panggungan (Simarpanggu-panggu)==> 1. Toga Salumban, 2. Buangga, 3. Raja Harungguan, 4. Oppu Junjungan.
    Botima

    BalasHapus
  3. Apa sihombing bisa menikah dengan girsang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya rasa tidak karena masih hubungan sangat dekat

      Hapus
  4. Horas ma dihita sahulutna pomparan ni sihombing lumban toruan....mauliate refrensi on...

    BalasHapus
  5. Horas ma di hita sude sian hami lumbantoruan

    BalasHapus
  6. Horas ma dihita saluhutna,,
    Manukkun majo
    Au marga Girsang boi do kawin tu sihombing Lumban toruan,?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dang Boi... Alana girsang ipe sihombing doi... Molo Sian silsilah na diginjang i

      Hapus
  7. Apa sihombing bisa nikah dengan girsang?

    BalasHapus
  8. Horas ma, on dope huboto bah. Au bere ni Sihombing Lumbantoruan. Opung ku sian Butar

    BalasHapus
  9. Tidak ada 1 orang pun yang tahu persis Tarombo Batak 100%

    BalasHapus